[Want to share with You]
Hmmmm....
Ehem...
Jadi gini.....
Tadi tu, Om nonton bioskop loh....
Hana tau gak film apa yang Om tonton ?
Pasti hana gak tau kan ?
Tadi Om nonton Film TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK.
Emang, Om pernah bilang mau nonton setelah baca novelnya. Tapi Om gak tau mau ngapain lagi hari ini, Om sendirian, teman Om lagi pulang. Akhirnya Om memilih untuk nonton aja. Dengan menanamkan pemikiran, sekali-kali lihat filmnya dulu, baru baca novelnya.
Karena mungkin ini akan jadi rasa yang lain. Karena walau bagaimanapun Om harus baca buku/novelnya. Hana tau kan siapa pengarangnya ? Hmmmm pengarangnya BUYA HAMKA. Yah, Beliau orang minang do. Dan Hana harus bangga, karena darah Minang juga mengalir dalam badan Hana.
Oke, Kita lanjutkan ceritanya yaaa...
Hana tau gak ??
Filmnya itu lamaaaaa banget nyaris 3 jam...
awalnya Om takut nyesal nontonnya, takut juga durasinya cuma 1 jam setengah. mana karcisnya mahal lagi, 35rb karena hari sabtu dan minggu.
Hana tau gak ?
Ketika film ini baru mulai, Om sudah menangis, cengeng menang tapi filmnya memang ngena banget
"Di Makassar, saya dianggap orangg Minang. Di Minang saya dianggap orang Makassar"
Ketika diawal-awal film Om ragu, apa film ini nanti bagus atau gak kalau ditonton Hana nanti. Tapi, jauh-jauh sebelum film habis, Om paham, Om salah. Om seolah membongsai sesuatu. yah. Om meremehkan Hana.
Jangankan film semacam ini, Bahkan om yakin nanti Hana akan mampu menyaring banyak hal.
Jadi, Om sarankan nanti Hana nonton Film ini ya...
Dalam film ini adat terasa sangat menancap.
Hana tau ?
di akhir-akhir film ini, ada pemahaman baru yang Om sadari. Om tercerahkan hehe (Om payah ya, masak dapat pencerahan di bioskop)
biar Om sedikit kasih Hana bocoran, semacam spoiler gitu, dan ini yang nanti mendatangkan pencerahan bagi Om.
Dalam film itu, salah satu dari tokohnya meninggal. dengan segala pengorbanan yang telah dilakukan oleh keduanya (Om ngomong apa sih ? (Gpp Hana dengar saja ya. Kan Om pingin share)). Akhirnya matilah salah satunya dan disana datanng pencerahan.
Bahwasanya benar, benar dan benar. Kekuatan manusia itu sangat besar, apabila manusia mempositifkan kekuatannya akan sangat berpengaruh untuk dunia.
didalam fiolm, yang ditinggal mati, dia memilih menangis dan memeluk mayat yang ada didepannya. Bukan dengan berteriak keras dan menyalahkan semua orang atau sekalian pencipta semua orang, Tuhan. Dian memilih untuk kuat bertahan sabar.
Walau ini hanya sosok didalam film atau buku, tapi tentu ada manusia yang berkesabaran bahkan melebihi dia sabarnya . Mungkin untuk memudahkan, sebut saja mereka manusia yang menyabar-nyabarkan diri.
Om jadi sadar kalau semua memang sesuai takaran...
Hana pasti bingung Om nyerocos apa dari tadi heheee.....
Maaf ya Dah ngomong kesana-kemari... Tapi Hana paham kan ??????
Ya dah, Om mau pulang dulu ya Ngantuk mau bobok Eh..


idiiiiiihhhh om udah nonton ajaaaaa..
BalasHapusjadi penasaran nih hana nontonnya...
biasanya hana cuma nonton video hana sendiri om hehe
tapi novelnya hana juga pengen punya deh, kalo film nya bagus novelnya pasti lebih bagus...gt kan om?bener g om?
makasih ya om udah kasih tahu hana....
foto om mau nyaingin imut hanaa ya¿ huuu :-P